Persiapan re-sertifikasi ISO 14001 diperlukan untuk memeriksa apakah organisasi telah berhasil mencapai sasaran target lingkungan sebelum jadwal re-sertifikasi ISO 14001 yang sudah ditentukan atau meleset dari target yang direncanakan.
Mitigasi agar target tidak meleset jadwal audit re-sertifikasi ISO 14001 resmi yaitu dengan membuat checklist persiapan re-sertifikasi ISO 14001 dan menyusun checklist evaluasi kinerja lingkungan dengan mengidentifikasi temuan sebelum audit resmi dilakukan.
Mengapa Evaluasi Kinerja Lingkungan Penting sebelum Re-Sertifikasi ISO 14001?
Evaluasi kinerja lingkungan sebelum re-sertifikasi ISO 14001 karena sebagai bukti konkret bahwa Sistem Manajemen Lingkungan (SML) perusahaan benar-benar berjalan efektif dan mengalami peningkatan berkelanjutan.
Re-sertifikasi tidak hanya menunjukkan formalitas perpanjangan dokumen, tetapi merupakan proses validasi total bahwa organisasi Anda masih memenuhi standar internasional ISO.
Baca juga: Menguatkan Budaya K3 dalam Organisasi
Checklist Persiapan Re-Sertifikasi ISO 14001 untuk Badan Usaha Konstruksi
Checklist yang perlu dipersiapkan sebelum re-sertifikasi ISO 14001 di antaranya:
1. Dokumen dan Kebijakan Lingkungan
Pastikan manajemen sudah memperbarui dan meninjau kebijakan lingkungan perusahaan, serta memeriksa capaian target lingkungan perusahaan maupun proyek dalam tiga tahun terakhir.
2. Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan
Perbarui daftar aspek dan dampak lingkungan di semua proyek konstruksi yang sedang berjalan.
3. Pemenuhan Peraturan
Periksa masa berlaku izin AMDAL, UKL-UPL, atau SPPL untuk kantor pusat dan setiap proyek perusahaan. Pastikan tempat penyimpanan sementara limbah B3 sesuai standar dan memiliki izin.
Di samping itu, periksa laporan pengujian baku mutu air limbah, emisi genset, atau tingkat kebisingan di sekitar proyek.
4. Audit Internal dan Tindakan Perbaikan
Lakukan audit internal di kantor pusat dan minimal sampel proyek konstruksi. Pastikan tim auditor internal sudah memiliki pelatihan resmi ISO 14001.
Selesaikan seluruh temuan atau ketidaksesuaian dari audit internal sebelumnya.
5. Rapat Tinjauan Manajemen
Lakukan rapat evaluasi yang dipimpin langsung oleh puncak manajemen. Topik yang dibahas yaitu hasil audit, kinerja lingkungan, masukan dari pihak luar, dan alokasi anggaran lingkungan.
Dokumentasikan bukti daftar hadir dan catatan keputusan rapat untuk diperlihatkan kepada auditor eksternal.
6. Pengendalian Operasional di Lapangan
Pasang rambu atau prosedur pengelolaan lingkungan di area proyek. Berikan sosialisasi singkat tentang tata cara membuang sampah dan menghemat energi kepada para pekerja.
Periksa catatan perawatan alat berat agar tidak mencemari udara atau tanah.
Baca juga: Kesalahan Umum dalam Penerapan SMK3 di Proyek Konstruksi dan Cara Menanganinya
Menyusun Checklist Evaluasi Kinerja Lingkungan dan Identifikasi Temuan (Non-Conformity) sebelum Audit Resmi
1. Tentukan Acuan Utama
Sebelum menyusun checklist, tentukan standar yang menjadi tolok ukur evaluasi yang mencakup standar internasional (ISO 14001), regulasi hukum (UU atau peraturan pemerintah terkait AMDAL, UKL-UPL, pengelolaan limbah B3, emisi udara, dan efisiensi energi), dan kebijakan internal (SOP) lingkungan yang berlaku di perusahaan.
2. Susun Checklist Berdasarkan Klausul

3. Gunakan Metode Pengumpulan Bukti
Susun kolom checklist dengan menggunakan metode POD
- P (Periksa Dokumen)
Periksa logbook, izin, sertifikat kalibrasi alat, atau laporan pihak ketiga.
- O (Observasi Lapangan)
Melihat langsung kondisi fisik di lapangan
- D (Data)
Data didapatkan melalui pertanyaan kepada operator lapangan untuk menguji pemahaman mereka tentang instruksi kerja lingkungan.
4. Tindakan Korektif
Setelah seluruh tahap dijalankan, lakukan tindakan korektif dengan mencari tahu akar masalah yang menjadi penyebab hal tersebut terjadi dengan menggunakan pertanyaan 5W+1H
Tunjuk penanggung jawab (PIC) dan tenggat waktu perbaikan yang ketat sebelum tanggal audit resmi dimulai.
Gap Analysis sebelum Audit Re-Sertifikasi ISO 14001
Berikut langkah-langkah melakukan gap analysis sebelum audit re-sertifikasi ISO 14001:
1. Tinjau Hasil Kinerja Selama Tiga Tahun Terakhir
Periksa laporan audit internal dan tinjauan manajemen selama siklus sertifikasi berjalan.
2. Periksa Pembaruan Aspek dan Dampak Lingkungan
Pastikan daftar identifikasi aspek lingkungan dan penilaian risiko atau dampak operasional sudah diperbarui.
Cek apakah ada perubahan proses, mesin, bahan baku, atau aktivitas baru yang mempengaruhi aspek lingkungan perusahaan.
3. Memastikan Kepatuhan pada Regulasi yang Berlaku
Verifikasi daftar peraturan perundang-undangan lingkungan hidup yang berlaku baik pusat maupun daerah.
4. Menilai Pencapaian Sasaran Lingkungan
Periksa apakah program kerja mencapai sasaran dan target lingkungan. Jika sasaran meleset, pastikan ada catatan evaluasi.
5. Membuat Rencana Perbaikan
Cata seluruh temuan, lalu tentukan PIC dan deadline penyelesaian sebelum jadwal audit re-sertifikasi resmi dimulai.
Akhir tahun menjadi masa yang penting bagi perusahaan konstruksi yang ingin melakukan re-sertifikasi ISO 14001. Usaha yang bisa dilakukan untuk menjaga sertifikasi ISO 14001 tetap berlaku yaitu dengan cara melakukan evaluasi, mempersiapkan dan menyusun checklist persiapan re-sertifikasi ISO 14001, serta melakukan gap analysis sebelum jadwal audit re-sertifikasi ISO 14001 dilakukan.
Simak juga: Strategi Mengurangi Mengurangi Kecelakaan Kerja dengan ISO 45001
Agar jadwal re-sertifikasi berhasil sebelum tenggat waktu yang ditentukan, diperlukan pihak yang memahami regulasi dan standar dokumen ISO 14001 sendiri, yaitu konsultan ISO.
Sebagai konsultan ISO yang berpengalaman dalam menangani klien dari berbagai jenis industri, kami dapat memberikan layanan konsultasi ISO 14001 yang sesuai dengan standadr dokumen dan tujuan re-sertifikasi perusahaan Anda.
Hubungi kami melalui jasapembuatansbu.com untuk berkonsultasi dengan tim profesional kami!
